Industri peternakan Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang, salah satunya melalui penguatan sektor sapi lokal. Di tengah kebutuhan untuk meningkatkan daya saing industri dan memenuhi kebutuhan pangan nasional, inovasi serta pengembangan peternakan sapi lokal menjadi salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian lebih. Kehadiran Nusantara Livestock & Poultry (NLP) Expo menjadi salah satu ruang yang mempertemukan berbagai pelaku industri untuk berbagi pengetahuan, inovasi, dan peluang pengembangan di sektor peternakan.
Hal tersebut disampaikan oleh Nanang Sugiarto, CEO dan Founder NusaQu Indonesia, perusahaan agritech di bidang peternakan yang berfokus pada sapi lokal. Menurutnya, sektor sapi lokal masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan karena belum banyak pelaku industri yang secara khusus memberikan perhatian terhadap bidang tersebut.
“NusaQu merupakan suatu perusahaan agritech di bidang peternakan yang fokus di sapi lokal, yang mungkin masih belum banyak industri peternakan yang melirik di bidang peternakan sapi lokal. Kita semua bisa sharing inovasi dan apa saja yang bisa kita kembangkan untuk mempunyai nilai daya saing dengan sapi-sapi impor.” ujar Nanang Sugiarto.
Menurut Nanang, pengembangan sapi lokal membutuhkan kolaborasi dan pertukaran inovasi dari berbagai pihak. Melalui forum industri seperti NLP Expo, para pelaku industri dapat berbagi pengetahuan, pengalaman, serta gagasan mengenai berbagai inovasi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sapi lokal Indonesia. Pertemuan antara perusahaan, peternak, penyedia teknologi, akademisi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya juga membuka peluang untuk melihat kebutuhan industri dari berbagai perspektif.
Bagi perusahaan agritech seperti NusaQu Indonesia, kehadiran dalam NLP Expo menjadi kesempatan untuk memperkenalkan fokus dan inovasi yang dikembangkan kepada industri secara lebih luas. Di sisi lain, interaksi dengan berbagai pelaku industri dapat membuka wawasan mengenai kebutuhan di lapangan serta peluang pengembangan teknologi dan solusi yang dapat mendukung peternakan sapi lokal. Dengan semakin banyaknya ruang untuk berbagi inovasi, pengembangan sapi lokal diharapkan dapat terus dilakukan secara kolaboratif dan memiliki daya saing yang semakin kuat.
Penguatan sapi lokal juga memiliki keterkaitan dengan upaya membangun industri peternakan yang lebih mandiri dan berdaya saing. Dengan adanya inovasi, kolaborasi, serta pemanfaatan teknologi yang tepat, potensi sapi lokal dapat terus dikembangkan sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap industri peternakan dan ketahanan pangan Indonesia. NLP Expo menjadi bagian dari ekosistem tersebut dengan mempertemukan berbagai pihak dalam satu platform untuk membangun koneksi, bertukar gagasan, dan menemukan peluang kerja sama. Simak testimonial Nanang Sugiarto, CEO dan Founder NusaQu Indonesia, mengenai pandangannya terhadap inovasi dan pengembangan daya saing sapi lokal melalui NLP Expo melalui tayangan berikut:
Ke depan, NLP Expo diharapkan dapat terus berkembang dan menghadirkan semakin banyak perusahaan, peternak, teknologi, serta solusi inovatif yang mendukung kemajuan industri livestock dan poultry Indonesia. Dengan memperluas ruang untuk berbagi inovasi dan membangun koneksi, NLP Expo dapat menjadi wadah yang semakin kuat bagi pelaku industri untuk menemukan peluang kolaborasi dan mengembangkan potensi peternakan Indonesia. Jadilah bagian dari NLP Expo 2026 dan manfaatkan kesempatan untuk memperkenalkan inovasi, membangun koneksi, serta membuka peluang bisnis baru. Book your stand now at nusantaralivestock.com/book-a-stand/
Hadiri NUSANTARA LIVESTOCK & POULTRY (NLP) EXPO 2026 pada 04–07 November 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City. Dapatkan informasi terbaru seputar pameran melalui Instagram @nusantaralivestock dan Facebook Official Nusantara Livestock & Poultry Expo.

